Pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak konsolidasi di tengah ancaman aksi ambil untung (profit taking). IHSG akan bergerak naik pada levelsupport-resistance 4.830-4.865.
"Namun perlu diwaspadai bila terjadi kenaikan IHSG tidak diiringi oleh volume, kami melihat volume justru mengalami penurunan pada perdagangan kemarin," kata Research Analyst Panin Sekuritas Purwoko Sartono, di Jakarta, Jumat (8/3/2013).
Selain itu, pergerakan IHSG juga masih dipengaruhi oleh laporan keuangan dari beberapa emiten yang tampaknya masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Sementara pada perdagangan sebelumnya, IHSG kembali mencatat rekor tertinggi, di mana pada perdagangan kemarin Wall Street mengikuti Dow Jones yang juga berada dalam rekor tertinggi malam sebelumnya.
Sentimen positif berasal dari pertumbuhan tenaga kerja oleh sektor swasta yang lebih baik dari perkiraan dan juga pernyataan Bank Sentral AS bahwa ekonomi saat ini sedang bertumbuh. Sektor swasta menambah tenaga kerjanya sebanyak 198 ribu orang, lebih tinggi dari perkiraan yang sebesar 170 ribu orang.
Dalam Beige Book Survey The Fed mengungkapkan saat ini ekonomi AS sedang bertumbuh di tengah meningkatnya permintaan rumah dan automotif.
"Investor tampaknya juga merespons berbagai sinyal positif baik dari AS, China, ataupun Jepang yang menunjukkan arah pemulihan. Di sisi lain kami juga melihat pergerakan indeks regional masih dibayangi oleh aksi tunggu investor akan langkah yang diambil ECB dalam menyikapi kondisi politik di Italia yang tidak stabil. Hal tersebut dinilai bisa menghambat pemulihan di benua tersebut," jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar