"Pada perdagangan hari ini diprediksi target resisten kami terlampaui, memang secara teknikal masih dimungkinkan untuk melanjutkan kenaikan. Apalagi, batas UBB belum sepenuhnya terlewati," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (8/3/2013).
Akan tetapi, Reza menambahkan, perlu kiranya waspada dengan penurunan volume tersebut yang memungkinkan terjadinya peluang downreversal. Sementara bursa saham Asia non Jepang mulai melemah dengan kabar negatif dari Australia yang merilis kenaikan defisit perdagangannya dan berita pemangkasan pekerja.
Di sisi lain, berita regulator pasar modal China yang akan melakukan peninjauan kembali proses IPO dan ekspektasi negatif terhadap rilis neraca perdagangan China yang akan dirilis pada akhir pekan turut berikan sentimen negatif.
Sebelumnya, perdagangan IHSG mulai variatif cenderung melemahnya bursa saham Asia ternyata tidak menghalangi IHSG untuk tetap bertahan di zona hijau.
"Seperti dalam ulasan sebelumnya, laju IHSG yang tidak mendekati target support kami (4.695-4.733) membuat tidak membuka pelemahan lanjutan sehingga IHSG pun dapat kembali menghijau," jelasnya.
Tampaknya IHSG memanfaatkan berita positif dari rilis ADP Nonfarm Employment Change dan factory orders bulanan AS serta berita stimulus dari perbankan sentral global untuk membuat tetap bertahan positif.
"Rilis BI rate yang tetap di 5,75 persen dan turunnya neraca defisit perdagangan Indonesia terlhat sedikit dihiraukan pelaku pasar," kata Reza.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.848,55 (level tertingginya) di pertengahan sesi 1 dan menyentuh level 4.818,97 (level terendahnya) di pertengahan sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.848,30.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar